Kamis, 23 Agustus 2012

Madam's Kitchen

Madam’s Kitchen


Kalau ingat judul diatas aku ingat sekali masa masa sulitku namun membuat aku survive terkadang orang perlu di pecut supaya bisa menjalani kehidupan yang keras dengan gigih dan semangat dan semangat itupun masih ada sampai detik saat ini.Ingatanku masih terus terasah akan kejadian 6,5 tahun yang lalu ketika saya bekerja tiba tiba owner memutuskan untuk menutup perusahaannya karena mendapatkan Green Card di negara australia waktu itu padahal aku baru meninggalkan pekerjaan lamaku di perusahaan jabatan marcom aku tinggalin demi mendapatkan posisi dan penghasilan yang lumayan pada saat itu ( perusahaan bergerak hardware software ) di daerah pluit. Namun hanya bertahan kurang lebih 8 bulan dengan pesangon secukupnya .. lantas saya memutuskan untuk membuka usaha sampingan membuat kue sambil jualan baju seprai dll sambil terus mengirim lamaran pekerjaan. Ternyata dari kerja sampingan yang paling menghasilkan adalan kue buatanku yaitu brownis kukus dengan berbagai variasi . Pekerjan dapur atau lebih tepatnya kegiatan masak memasak adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan dibanding setrika dan cuci pekerjaan yang sangat menyebalkan menurut anggapan saya J.Jaman dari saya SMA kegiatan dapur bikin kue memasak yang sederhana namun ada rasa sudah menjadi hobyku walau gak pinter pinter amat sih minimal masakan saya selalu mendapatkan pujian “wenak” dari sahabat sahabat dekatku saat itu. Suatau kebahagiaan kalau saya bisa memberikan atau menyajikan yang terbaik buat orang orang di sekitarku , aku paling happy kalau ada kawan main lalu saya sudah siap masakan masakan yang yummy buat merekaJ. Sekalian men jadikan ajang promosi. Waktu itu belum social media seheboh FB, Twitter , Blog dll J kalau sudah ada mungkin aku akan posting apa saja kegiatan dapurku waktu dulu kala.
Singkat cerita  aku menamakan brand kue aku dengan sebutan Madam’s Kitchen, rasanya gak percaya kalau setiap hari aku selalu mendapatkan pesanan .. aku juga suka hunting ke pasar jatinegara untuk membeli loyang loyang  dan cetakan kue tentu saja tak lupa membeli Oven Bakar dan Oven kukus karena itu senjataku dalam mencari nafkah sambil kirim kirim lamaran lagi karena saat itu ortuku tak ingin aku hanya jadi “bakul kue” namanya juga konvensional dan aku menghargai dan menghormati masukan dari ortuku.Saat itu aku masih tinggal di tempat lama dimana rumah kuno dengan dapur yang besar hampir separonya adalah barang barang alat dapurku yang lengkap kap.Hal yang menyenangkan ketika ada pesanan kue setelah itu ada SMS masuk (saat itu blm ada BB) kalau kue buatan Madam’s Kitchen haujek ( baca enak) bukan bermaksud pamer apa narsis namun disini aku memang menceritakan yang sebenarnya . Tidur malam cuman 2 jam sudah biasa selama 6 bulan berturut – turut gak puas bikin kue , saya terima catering dari teman teman kost yang isinya untuk 6 orang mereka catering untuk makan malam saja , aku menyambutnya dengan suka cita otomatis ada pemasukan tambahan buat saya sementara pesangon ku bisa aku tabungkan aku bisa hidup  dengan jualan ini itu selama 6 bulan .Terkadang apa yang kita pikirkan menjadi muzijat buat kita makelar apapun pernah aku kerjakan asalkan halal orang jawa bilang ( kuat rekoso) atau bisa hidup susah dan prihatin J .Makin hari pesanan dari teman teman makin banyak karena aku sudah terbiasa dipanggil madam , maka aku putuskan memberi brand kueku  “Madam’s Kitchen”, kalau dipikir banyak org jualan kue , apalagi di mall mall banyak orang jualan kue yang lebih lekker dibanding buatanku, itu kalau bukan karena Kasih dan Anugerah Tuhan ... bulshit . Aku secara manusia juga tidak percaya kalau 6 bulan berturut turut hampir setiap hari ada yang memesan kue aku , entah itu brownis kukus, pesan ayam goreng , buat catering dari  mulut ke mulut banyak yang pesan ke aku , belum lagi pesanan puding coklat keju andalan brand “Madam’s Kitchen”, Kalau bukan Karena bukan jalan Tuhan orderan gak mungkin mengalir seperti air hujan ...
Ortu terus mengingatkan kalau aku juga harus bekerja di kantor supaya ilmuku juga gak hilang karena saya sempat ambil sertifikasi PR @Interstudi , karena memang jujur aku suka dengan pekerjaan PR  gayungpun bersambut dengan dibantu sahabatku aku mendapatkan pekerjaan di sebuah media tepat bulan ke 6 saya menganggur tidak bekerja di kantor ( walau sebenarnya juga kerja ngebaking sama saja sih cari duit juga) namun sebelum bekerja saya harus masuk RS karena terkena tipus selama 5 hari ortu makin kenceng nasehatnya
Gak usah jualan jualan lagi sudha fokus kerja dikantoran .. bahkan bokap sampai sekarang anti makan brownis kukus karena menurut beliau adalah itu akar prihatinku, kata beliau kalau aku lihat brownis kukus hati papa sedih mending gak lihat ( so sweet ya my father)
Singkat cerita aku kembali ke dunia kantor dengan segala kesibukan baru dan aku sangat suka sekali. Atas inisiatif papaku semua oven dll di kirim ke Blora kota asalku supaya aku bisa konsentrasi di dunia kantor yang gak ngoven , ngebaking , ngecookies mereka kawatir aku kecapekan dan jatuh sakit lagi ( emang Kasih orang tua sepanjang masa) hehehhehehe
Namun jangan salah bukan aku namanya kalau gak putar otak aku tetap menyalurkan hobyku untuk memasak namun untuk diri sendiri
Kadang kadang suka ke kantor bawa lalu di makan ramai ramai bareng teman teman kantor , dan komen mereka  “ wenakkkkk madammmmmmmmmmmmmm kenapa ga di terusin lagi  jualan kuenya? Aku hanya nyengir saja  hehehhe iya entar entar saja dah jawabku , lagian peralatan kueku mamaku sekarang yang pakai. Aku sebenarnya dalam hati membenarkan kata kata teman teman juga kalau aku sampingan kue lagi lumayan ada pemasukan tambahan masuk ( dasar otak dagang )
Tahun 2011 saya memutuskan untuk resign dari kantor media dengan jabatan terakhir PR  Manager Media .. untuk bersama sama dengan kawan lama membuat kantor konsultan dengan tekad yang membara saya mulai dari nol , dan kebetulan sekali saya sangat mencintai dunia social media .. yang sangat bisa di hubungkan dengan dunia PR social media. Proses perjuangan aku sangat nikmatin sekali jatuh bangun adalah hal biasa ... tinggal kita berani gigih atau malah letoy ...dukungan teman teman yang sangat menguatkan aku untuk bertahan dan passion di dunia PR social media sangat mendarah daging ... ( kata teman gue .. Madam gitu lohhhh) hehhehehhe tak apa semua adalah proses gak ada sesuatu yang instan semua perlu kerja keras usaha dan gigih .
Puasa tahun ini 2012 adalah awal keinginanku untuk kembali mengibarkan bendera brand adalanku “Madam’s Kitchen” dimana aku mulai tes pasar untuk jualan kue lagi yang lama udah tidak tersentuh oleh jemari tanganku . kebetulan induk semang dimana aku tinggal mempunyai hoby yang sama membuat cookies jadilan kita bahu membahu membuat kue lagi buat di jual  tes pasar pun tanpa ada tester aku jualan lewat social media yaitu FB , di luar dugaan dan semua adalah bonus dari Tuhan pesanan mengalir bagaikan air sampai saya menolak nolak karena gak sanggup dengan tenaga kita yang terbatas , saya juga gak menyangka kalau teman dari papua pesan , walau dengan ongkir yang sangat tidak murah namun rasa percaya dan respek dengan saya kata Tiara, “madam aku percaya kue buatan kamu enak” walau aku belum pernah rasa.. Kalau bukan karena jalan Tuhan gak mungkin aku dapat pesanan dari papua 16 tahun tidak bersua ketemu ketemu di FB, memang harus di akui social media memang asoiiiiii geboiiiiiii ajibbb mantappppp aku jualan apa saja selalu di respon ( kata teman aku mempunyai bakat dagang karena aku gigih dan ulet) makasih ya beib buat pujiaannya J
Urusan cookies kelar , lebaran pertama  rani djandam dan devi emerson ajakin aku ketemuan untuk ngopi- ngopi di Aston hotel bukan suatu kebetulan aku di kenalin dengan chef james yang pakar akan dunia cookies lantas ngobrol ngalur ngidul banyak ilmu yang kudapatkan hari minggu itu .. God is good all the time...
Bahkan sempat diskusi dengan sahabat karib mengenai brand logo dan tagline sunguh luar biasa sekali yang tidak saya pernah pikirkan Tuhan sediakan melalui orang lain untuk memikirkan Logo brand dan tagline .. Berkah Dalem banget .... aku di kelilingi sahabat sahabat yang baik bahkan seoarang sahabat FB yang belum pernah ketemu sudah memesan cookies untuk bulan desember panjer uang mukapun udah mau di kirim namun saya menolak nanti saja mba bulan desember mba boleh transfer (ceritanya takut kalau gak kebagian seperti lebaran kemarin pesan 10 toples dengan terpaksa saya tolak karena takut gak keburu) bagaimanapun saya tidak melulu orderan dan uang semata namun kualitas pun aku pikirin supaya ke depannya juga enak buat diri saya .Saya seperti mendapatkan suntikan energi baru dan tentu saja ini atas seijin Tuhan .. makin di bukakan untuk menekuni hobyku tanpa meninggalkan pekerjaan kantorku walau bagaimanapun itu adalah networkingku ...aku bersyukur mempunyai kalian yang selalu mendukungku , walau harus dari nol lagi tidak masalah buat aku ... saya akan menerima orderan di akhir pekan tanpa menganggu pekerjaan kantorku dan sesuai pesanan saja .. karena sayang brand “Madam’s Kitchen yang sudah aku bangun lama tidak kembangkan lagi. Saya tidak muluk muluk namun saya akan berteman dengan kalimat “berproses dengan waktu karena tidak ada yang instan “ namun demikian saya juga tidak mau hanya sebuah slogan namun harus ada Action juga , aku percaya sekali  akan kalimat , Doakan , Imani & lakukan ... kerjakan apa yang menjadi bagian kita .. biar Tuhan yang menyempurnakan .. asal kita berani bayar harga , ulet kerja keras , mau dari bawah dan susah terlebih dahulu .
Special thanks for ,@ prof Joi Ihalaw @ sondang rumapea, @ Agung Kristianto, @Donda Panggabean  @ Fransiscus Nanang Triana @ Rani Djandam @Devi Emerson & @ Tohap Simanjuntak . @ christ widya @ agnes widya @ Vita purbadini @ yosef agung @ vosa @ vilda @ catty  @christiana Budi @ Kris Siwi. yang tidak pernah berhenti memberiku semangat ..
Terima kasih  yang tak terhingga kalian membuat aku percaya diri lagi untuk menghidupkan lagi “Madam ‘s Kitchen .. kalaupun nantinya saya akan terjun 100% sebagai tukang kue biar Tangan Tuhan yang bekerja . melalui proses yang sangat indah . manusia hanya bisa merencanakan namun Tuhanlah yang menentukan kemana saya harus berlabuh dan berkarya
Pesan sponsor jangan lupa pesan  cookies etc made by Madam’s Kitchen ...ehhehehheheheheh
Semua tidak ada yang instan semua perlu kerja keras semua perlu inovasi semua perlu berlatih .. jangan cepat puas ... jangan cepat putus asa .. kegigihan dan keuletan yang membuat kita terus bertahan dalam menjalani apapun .. yang terutama adalah berlutut dan meminta Tuhan ... untuk menyempurnakan semua .. Karena kalau bukan ijin Tuhan semua akan sia sia ....

Madam ‘s Kitchen
24 Agustus 2012
01 :57 Wib


Tidak ada komentar:

Posting Komentar