Madam’s Kitchen
Kalau ingat judul diatas aku ingat sekali masa masa sulitku
namun membuat aku survive terkadang orang perlu di pecut supaya bisa menjalani
kehidupan yang keras dengan gigih dan semangat dan semangat itupun masih ada
sampai detik saat ini.Ingatanku masih terus terasah akan kejadian 6,5 tahun
yang lalu ketika saya bekerja tiba tiba owner memutuskan untuk menutup
perusahaannya karena mendapatkan Green Card di negara australia waktu itu
padahal aku baru meninggalkan pekerjaan lamaku di perusahaan jabatan marcom aku
tinggalin demi mendapatkan posisi dan penghasilan yang lumayan pada saat itu (
perusahaan bergerak hardware software ) di daerah pluit. Namun hanya bertahan
kurang lebih 8 bulan dengan pesangon secukupnya .. lantas saya memutuskan untuk
membuka usaha sampingan membuat kue sambil jualan baju seprai dll sambil terus
mengirim lamaran pekerjaan. Ternyata dari kerja sampingan yang paling
menghasilkan adalan kue buatanku yaitu brownis kukus dengan berbagai variasi .
Pekerjan dapur atau lebih tepatnya kegiatan masak memasak adalah pekerjaan yang
sangat menyenangkan dibanding setrika dan cuci pekerjaan yang sangat
menyebalkan menurut anggapan saya J.Jaman dari saya SMA kegiatan dapur
bikin kue memasak yang sederhana namun ada rasa sudah menjadi hobyku walau gak
pinter pinter amat sih minimal masakan saya selalu mendapatkan pujian “wenak”
dari sahabat sahabat dekatku saat itu. Suatau kebahagiaan kalau saya bisa
memberikan atau menyajikan yang terbaik buat orang orang di sekitarku , aku
paling happy kalau ada kawan main lalu saya sudah siap masakan masakan yang
yummy buat merekaJ. Sekalian men jadikan ajang promosi. Waktu itu belum social
media seheboh FB, Twitter , Blog dll J kalau sudah ada mungkin aku akan
posting apa saja kegiatan dapurku waktu dulu kala.
Singkat cerita aku
menamakan brand kue aku dengan sebutan Madam’s Kitchen, rasanya gak percaya
kalau setiap hari aku selalu mendapatkan pesanan .. aku juga suka hunting ke
pasar jatinegara untuk membeli loyang loyang
dan cetakan kue tentu saja tak lupa membeli Oven Bakar dan Oven kukus
karena itu senjataku dalam mencari nafkah sambil kirim kirim lamaran lagi
karena saat itu ortuku tak ingin aku hanya jadi “bakul kue” namanya juga
konvensional dan aku menghargai dan menghormati masukan dari ortuku.Saat itu
aku masih tinggal di tempat lama dimana rumah kuno dengan dapur yang besar
hampir separonya adalah barang barang alat dapurku yang lengkap kap.Hal yang
menyenangkan ketika ada pesanan kue setelah itu ada SMS masuk (saat itu blm ada
BB) kalau kue buatan Madam’s Kitchen haujek ( baca enak) bukan bermaksud pamer
apa narsis namun disini aku memang menceritakan yang sebenarnya . Tidur malam
cuman 2 jam sudah biasa selama 6 bulan berturut – turut gak puas bikin kue ,
saya terima catering dari teman teman kost yang isinya untuk 6 orang mereka
catering untuk makan malam saja , aku menyambutnya dengan suka cita otomatis
ada pemasukan tambahan buat saya sementara pesangon ku bisa aku tabungkan aku
bisa hidup dengan jualan ini itu selama
6 bulan .Terkadang apa yang kita pikirkan menjadi muzijat buat kita makelar
apapun pernah aku kerjakan asalkan halal orang jawa bilang ( kuat rekoso) atau
bisa hidup susah dan prihatin J .Makin hari pesanan dari teman teman makin banyak
karena aku sudah terbiasa dipanggil madam , maka aku putuskan memberi brand
kueku “Madam’s Kitchen”, kalau dipikir
banyak org jualan kue , apalagi di mall mall banyak orang jualan kue yang lebih
lekker dibanding buatanku, itu kalau bukan karena Kasih dan Anugerah Tuhan ...
bulshit . Aku secara manusia juga tidak percaya kalau 6 bulan berturut turut
hampir setiap hari ada yang memesan kue aku , entah itu brownis kukus, pesan
ayam goreng , buat catering dari mulut
ke mulut banyak yang pesan ke aku , belum lagi pesanan puding coklat keju
andalan brand “Madam’s Kitchen”, Kalau bukan Karena bukan jalan Tuhan orderan
gak mungkin mengalir seperti air hujan ...
Ortu terus mengingatkan kalau aku juga harus bekerja di
kantor supaya ilmuku juga gak hilang karena saya sempat ambil sertifikasi PR
@Interstudi , karena memang jujur aku suka dengan pekerjaan PR gayungpun bersambut dengan dibantu sahabatku
aku mendapatkan pekerjaan di sebuah media tepat bulan ke 6 saya menganggur
tidak bekerja di kantor ( walau sebenarnya juga kerja ngebaking sama saja sih
cari duit juga) namun sebelum bekerja saya harus masuk RS karena terkena tipus
selama 5 hari ortu makin kenceng nasehatnya
Gak usah jualan jualan lagi sudha fokus kerja dikantoran ..
bahkan bokap sampai sekarang anti makan brownis kukus karena menurut beliau
adalah itu akar prihatinku, kata beliau kalau aku lihat brownis kukus hati papa
sedih mending gak lihat ( so sweet ya my father)
Singkat cerita aku kembali ke dunia kantor dengan segala
kesibukan baru dan aku sangat suka sekali. Atas inisiatif papaku semua oven dll
di kirim ke Blora kota asalku supaya aku bisa konsentrasi di dunia kantor yang
gak ngoven , ngebaking , ngecookies mereka kawatir aku kecapekan dan jatuh
sakit lagi ( emang Kasih orang tua sepanjang masa) hehehhehehe
Namun jangan salah bukan aku namanya kalau gak putar otak aku
tetap menyalurkan hobyku untuk memasak namun untuk diri sendiri
Kadang kadang suka ke kantor bawa lalu di makan ramai ramai
bareng teman teman kantor , dan komen mereka
“ wenakkkkk madammmmmmmmmmmmmm kenapa ga di terusin lagi jualan kuenya? Aku hanya nyengir saja hehehhe iya entar entar saja dah jawabku ,
lagian peralatan kueku mamaku sekarang yang pakai. Aku sebenarnya dalam hati
membenarkan kata kata teman teman juga kalau aku sampingan kue lagi lumayan ada
pemasukan tambahan masuk ( dasar otak dagang )
Tahun 2011 saya memutuskan untuk resign dari kantor media
dengan jabatan terakhir PR Manager Media
.. untuk bersama sama dengan kawan lama membuat kantor konsultan dengan tekad
yang membara saya mulai dari nol , dan kebetulan sekali saya sangat mencintai
dunia social media .. yang sangat bisa di hubungkan dengan dunia PR social
media. Proses perjuangan aku sangat nikmatin sekali jatuh bangun adalah hal
biasa ... tinggal kita berani gigih atau malah letoy ...dukungan teman teman
yang sangat menguatkan aku untuk bertahan dan passion di dunia PR social media
sangat mendarah daging ... ( kata teman gue .. Madam gitu lohhhh) hehhehehhe
tak apa semua adalah proses gak ada sesuatu yang instan semua perlu kerja keras
usaha dan gigih .
Puasa tahun ini 2012 adalah awal keinginanku untuk kembali
mengibarkan bendera brand adalanku “Madam’s Kitchen” dimana aku mulai tes pasar
untuk jualan kue lagi yang lama udah tidak tersentuh oleh jemari tanganku .
kebetulan induk semang dimana aku tinggal mempunyai hoby yang sama membuat
cookies jadilan kita bahu membahu membuat kue lagi buat di jual tes pasar pun tanpa ada tester aku jualan
lewat social media yaitu FB , di luar dugaan dan semua adalah bonus dari Tuhan
pesanan mengalir bagaikan air sampai saya menolak nolak karena gak sanggup
dengan tenaga kita yang terbatas , saya juga gak menyangka kalau teman dari
papua pesan , walau dengan ongkir yang sangat tidak murah namun rasa percaya
dan respek dengan saya kata Tiara, “madam aku percaya kue buatan kamu enak”
walau aku belum pernah rasa.. Kalau bukan karena jalan Tuhan gak mungkin aku
dapat pesanan dari papua 16 tahun tidak bersua ketemu ketemu di FB, memang
harus di akui social media memang asoiiiiii geboiiiiiii ajibbb mantappppp aku
jualan apa saja selalu di respon ( kata teman aku mempunyai bakat dagang karena
aku gigih dan ulet) makasih ya beib buat pujiaannya J
Urusan cookies kelar , lebaran pertama rani djandam dan devi emerson ajakin aku
ketemuan untuk ngopi- ngopi di Aston hotel bukan suatu kebetulan aku di kenalin
dengan chef james yang pakar akan dunia cookies lantas ngobrol ngalur ngidul
banyak ilmu yang kudapatkan hari minggu itu .. God is good all the time...
Bahkan sempat diskusi dengan sahabat karib mengenai brand
logo dan tagline sunguh luar biasa sekali yang tidak saya pernah pikirkan Tuhan
sediakan melalui orang lain untuk memikirkan Logo brand dan tagline .. Berkah
Dalem banget .... aku di kelilingi sahabat sahabat yang baik bahkan seoarang
sahabat FB yang belum pernah ketemu sudah memesan cookies untuk bulan desember
panjer uang mukapun udah mau di kirim namun saya menolak nanti saja mba bulan
desember mba boleh transfer (ceritanya takut kalau gak kebagian seperti lebaran
kemarin pesan 10 toples dengan terpaksa saya tolak karena takut gak keburu) bagaimanapun
saya tidak melulu orderan dan uang semata namun kualitas pun aku pikirin supaya
ke depannya juga enak buat diri saya .Saya seperti mendapatkan suntikan energi
baru dan tentu saja ini atas seijin Tuhan .. makin di bukakan untuk menekuni
hobyku tanpa meninggalkan pekerjaan kantorku walau bagaimanapun itu adalah
networkingku ...aku bersyukur mempunyai kalian yang selalu mendukungku , walau
harus dari nol lagi tidak masalah buat aku ... saya akan menerima orderan di
akhir pekan tanpa menganggu pekerjaan kantorku dan sesuai pesanan saja ..
karena sayang brand “Madam’s Kitchen yang sudah aku bangun lama tidak
kembangkan lagi. Saya tidak muluk muluk namun saya akan berteman dengan kalimat
“berproses dengan waktu karena tidak ada yang instan “ namun demikian saya juga
tidak mau hanya sebuah slogan namun harus ada Action juga , aku percaya
sekali akan kalimat , Doakan , Imani
& lakukan ... kerjakan apa yang menjadi bagian kita .. biar Tuhan yang
menyempurnakan .. asal kita berani bayar harga , ulet kerja keras , mau dari
bawah dan susah terlebih dahulu .
Special thanks for ,@ prof Joi Ihalaw @ sondang rumapea, @
Agung Kristianto, @Donda Panggabean @
Fransiscus Nanang Triana @ Rani Djandam @Devi Emerson & @ Tohap Simanjuntak
. @ christ widya @ agnes widya @ Vita purbadini @ yosef agung @ vosa @ vilda @
catty @christiana Budi @ Kris Siwi. yang
tidak pernah berhenti memberiku semangat ..
Terima kasih yang tak
terhingga kalian membuat aku percaya diri lagi untuk menghidupkan lagi “Madam ‘s
Kitchen .. kalaupun nantinya saya akan terjun 100% sebagai tukang kue biar
Tangan Tuhan yang bekerja . melalui proses yang sangat indah . manusia hanya
bisa merencanakan namun Tuhanlah yang menentukan kemana saya harus berlabuh dan
berkarya
Pesan sponsor jangan lupa pesan cookies etc made by Madam’s Kitchen ...ehhehehheheheheh
Semua tidak ada yang instan semua perlu kerja keras semua
perlu inovasi semua perlu berlatih .. jangan cepat puas ... jangan cepat putus
asa .. kegigihan dan keuletan yang membuat kita terus bertahan dalam menjalani
apapun .. yang terutama adalah berlutut dan meminta Tuhan ... untuk
menyempurnakan semua .. Karena kalau bukan ijin Tuhan semua akan sia sia ....
Madam ‘s Kitchen
24 Agustus 2012
01 :57 Wib